14 Januari 2010

BAHAGIA

Seseorang yang pernah pernah berkata: “saya ingin menikah dengan orang yang bisa membahagiakan saya”. Ada juga seorang sahabat FB yang bikin status: “ditahun yang baru, hanya satu hal yang ku pinta: kebahagiaan...”

Dalam salah satu status FB seorang teman, ada yang berkomentar: “Di mana letak bahagia itu?”.

Ketika ada pertanyaan di Yahoo Answer tentang apa sih yang kita cari dalam hidup ini? Saya cenderung menjawab: “bahagia”. Karena pada kenyataannya memang demikian, walaupun mungkin jarang ada yang menyadarinya atau mengakuinya. Orang ingin bahagia, tidak ingin sengsara. Orang ingin bahagia, tidak ingin hidup resah. Orang ingin bahagia, tidak ingin hidup penuh gundah.


Untuk menghindari kegelisahan dan kegundahan hidup, tidak jarang orang mengambil jalan pintas dengan mabuk-mabukan atau mengkonsumsi narkoba. Untuk sesaat, kegelisahan dan kesengsaraan hidup yang mereka rasakan memang sirna, berganti dengan fantasi yang membuai dalam kemabukan mereka. Yang tidak kuat lagi malah berupaya mengakhiri hidupnya, seolah dengan berakhirnya hidup berakhir pula segala derita...


Berbagai macam cara dan upaya orang lakukan untuk mencari “makhluk” yang satu ini. Bahkan, segala gaya hidup dan tindakan orang sebenarnya didasari oleh tujuan ini. Intinya, bagaimana ia mempersepsikan bahagia, maka begitulah ia akan berbuat untuk mencapainya...

Orang yang berpikir bahwa kebahagian adalah pada harta, maka ia akan berupaya apa saja untuk menggapai harta. Orang yang berpendapat bahwa kebahagiaan ada pada cinta dan perhatian sang kekasih, maka ia akan berupaya mencari cinta dan perhatian dari sang kekasih. Orang yang merasakan bahagia pada ilmu, maka ia akan terus bergelut dengan dunia ilmiyah...


Jadi, pertanyaan: “di manakah bahagia itu?” telah terjawab. Ternyata ia tidak jauh. Ia tidak ada di mana-mana. Ia ada dalam diri kita sendiri...


Apa yang kita HARAPKAN? Itulah yang akan menjawab kebahagian kita. Jadi, sebenarnya masalah ini masih ada kaitannya dengan tulisan saya sebelumnya: HARAPAN .

Sebagaimana harapan, demikian juga kebahagian: ada kebahagian hakiki dan ada pula kebahagian yang menipu. Kebahagian sejati bagi kaum Muslimin adalah apa yang telah disiapkan oleh Allah di akhirat nanti. Sementara kehidupan dunia ini semuanya hanyalah jalan untuk menggapainya. Orang yang terjebak mengejar kebahagiaan sesaat di dunia ini, pada hakikatnya ia telah tertipu...


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ


“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (Q.S. 3:185)

Semoga kita tidak tertipu HARAPAN kosong... semoga kita tidak tertipu dengan KEBAHAGIAN yang sementara


Share/Save/Bookmark

0 Comments: