14 Februari 2009

Selamat Datang Seks Mania!

Free sex Seks Bebas Oral Seks Maniac Sex Seks Mania Gadis Seksi Telanjang Sexy Foto Bugil Foto-Foto Seksi dan hot Terbaru Foto Artis Seksi Artis Panas Vedio Porno Gratis Free Porn Vedio Blue Film Film Porno Indonesia Gratis Bokep Gadis SMA Ayam Kampus

Kata-kata di atas adalah kata-kata yang cukup sering di cari para pengguna internet, baik melaului Google Search maupun fasilitan pencarian yang lain. Setidaknya begitulah yang dikatakan teman ane yang punya blog untuk fasilitas pemasangan iklan. Terbukti, blog-nya sering dikunjungin para pengunjung nyasar yang mencari kata-kata tersebut, bahkan ada yang dari luar negri segala. Logikanya, kalau blog-nya sering dikunjungin orang, maka para pemasang iklan tentu akan tertarik memasang iklan di blog tersebut. Semakin banyak pengunjung semakin banyak kemungkinan meraup untung dari pengunjung yang men-klik iklan di blog tersebut. Masuk akal dan legal bukan? Apakah ente termasuk diantaranya?

Kalau ente terlanjur nyasar di blog ini, tidak ada salahnya untuk mencoba sekedar mlototin tulisan ini atau tulisan lain yang ada di blog ini, kali aja dengan cara itu kita bisa saling bertukar fikiran, saling kenal & jadi teman, dan semoga kita mendapat hidayah dan pertolongan Allah dalam setiap jalan yang kita lalui.

Ngomng-ngomong soal seks, emang sudah dari sononya (sudah fithrahnya, kata ustadz) cewek demen sama cowok dan cowok demen sama cewek. Kalau ada ”jeruk doyan makan jeruk” itu menyalahi fitrah namanya. Karena penyimpangan inilah yang menyebabkan kaum Nabi Luth a.s. diazab oleh Allah (Lihat Q.S. Al-A’raf/ 7:80-81 dan An-Naml/ 27:55-54). H.I.V dan AIDS sendiri mula-mulanya juga dari penyimpangan kayak gini kan? Kalau azab sudah mewabah dampaknya ngga’ pandang bulu lagi cing! Ngeri dech pokoknya ngebayanginnya. (Q.S. al-Anfal/ 8:25).

Walaupun itu suatu hal yang manusiawi, namun bukan berarti sah untuk diperturutkan. Kalau diperturutkan jangan-jangan kita malah melewati batas-batas kemanusiawian kita dan masuk ke wilayah hewani (mau tau pembeda sebenarnya antara manusia sama hewan? Silahkan ntar baca tulisan ane , sekarang sih belum ditulis).

Dalam Islam, degala seusatu ada aturannya, termasuk soal yang satu ini. Semua aturan dan bimbingan itu kembalinya juga buat kebaikan manusia itu juga, karena Allah yang nyiptain manusia tentu lebih tau kekurangan, kebutuhan dan lain-lainnya tentang ciptaannya. Ini kalau dalam Islam, kalau dalam agama lain ane sich ngga’ tau. Kalau ente tau tolong kasin info ane ya?!... boleh dong buat sekedar bahan perbandingan dan tukar fikiran. Tapi kalau buat tukar agama sich nanti dulu kali yach...

Diantara bimbingan Allah tentang hal ini adalah sebagai berikut:
1. Antisipasi
Islam sangat mengecam perbuatan zina. Zina dianggap salah satu dosa besar dan ada ketentuan hukum pidananya (had) di dunia dan ancaman neraka di akhirat bagi yang tidak mau bertaubat. Yang dilarang tidak hanya zina saja, tapi segala jalan yang mengarah ke sana juga ditutup rapat-rapat walau sanksi pidananya lebih ringan (ta`zir/ sesuai keputusan hakim) dan dosanya dianggap dosa kecil yang bisa dihapus dengan amal shaleh (Q.S. Huud/ 11:114). Allah berfirman: ”Janganlah kalian dekati zina...” (Q.S. Al-Israa`/ 17:32). Dalam rangka mencegah itulah umat Islam mendukung dilarangnya pornografi dan pornoaksi. Banyak aturan-aturan Islam yang salah satu hikmahnya untuk menghindari terjadinya perzinaan dan pelecehan seksual, seperti larangan berdua-duaan tanpa mahramnya, larangan pegang-pegangan, larangan wanita safar tanpa mahram, dll.

2. Penyaluran
Satu-satunya sarana penyaluran nafsu seksual yang halal dan baik adalah menikah. Cowok yang sudah menikah, dalam bahasa Arab dan istilah Islam disebut muhshan dan cewek yang sudah maried disebut muhshanah. Asal mula katanya dari kata ”hashuna-yahshunu” yang artinya kokoh. Dari kata tersebut lahir kata ”ahshana” yang artinya membentengi dan suci dari prbuatan tercela. Orang yang sudah nikah berarti sudah membentengi dirinya/ dirinya terbentengi dari perbuatan tercela menyalurkan syahwat bukan pada tempat semestinya (berzina), karena sudah ada tempat penyalurannya. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda (yang maknanya): ... Apabila kamu kebetulan melihat wanita (dan hal itu menyebabkan libidomu naik) maka segeralah kamu pulang mendatangi istrimu, karena apa yang ada pada wanita tersebut juga ada pada istrimu”.
Dalam Islam, apabila orang yang sudah atau pernah menikah terbukti secara nyata melakukan zina (dengan disaksikan minimal 4 orang saksi atau berdasar pengakuan pelaku sendiri) maka hukumannya lebih berat, yaitu dirajam sampai mati. Sedangkan mereka yang belum menikah bila berzina ’hanya’ dicambuk seratus kali dan diasingkan selama setahun (H.R. Bukhari & Muslim, Buluugul Maraam: 1232). Ini (hikmahnya) karena yang sudah maried semestinya bisa menyalurkan syahwatnya hanya pada pasangan sahnya sebagaimana disebutkan dalam hadits tersebut di atas.

3. Pengalihan
Apabila belum sanggup atau belum berani nikah seperti ane umpamanya, maka Islam memberikan solusi agar libido yang memuncak bisa diredam. Rasulullah SAW. bersabda: ”Wahai para pemuda, barang siapa yang sanggup untuk nikah maka nikahlah, karena nikah itu lebih dapat menjaga kemaluan dari berzina dan menjaga pandangan dari jelalatan. Namun bagi yang belum mampu maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat menjadi perisai”.
Dalam hadits tersebut Rasulullah memberikan solusi puasa sebegai peredam nafsu. Kalau kata orang sich, puasa katanya bisa ngurangin nafsu syahwat. Kalau menurut ane sich, yang namanya puasa itu artinya imsak atau menahan diri, tidak sekedar menahan diri dari makan dan minum saja, tapi juga segala macam yang dilarang agama. Jadi orang yang puasa itu sendiri yang harus aktif menahan diri dari syahwat, bukan semata karena ngga makan dan minum terus nafsu bisa berkurang dengan sendirinya. Kalau gitu baru puasa bisa jadi perisai. Kalau puasa tapi mata masih jelalatan ya sama aja bo`ong.
Ada solusi lain sebenarnya yang bisa kita cari sendiri selama tidak melanggar aturan agama dan pemerintah. Umpamanya dengan menyibukkan diri dengan hal-hal yang positif, seperti baca makalah/ buku, nulis, dandanin blog biar tampil lebih oke, dll.
Intinya sich, hidup ini ngga` cuman sekedar ngejar ”itu” yang klimaks Kenikmatannya paling cuman beberapa detik. Rugi kan hidup kita kalau 24 jam sehari waktu yang diberikan kepada kita hanya habis buat ngejar yang sedikit dan singkat tersebut?... maka renungin deh firman Allah: ”
dan apa saja yang diberikan kepada kamu, Maka itu adalah ke- nikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka Apakah kamu tidak memahaminya?” (Q.S. Al-Qashash/ 28:60)


Share/Save/Bookmark